Ganti Mendikdasmen, Akankah Ujian Nasional Kembali diadakan?
Simpkbgtk.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset Teknologi dan pendidikan tinggi yang dibagi menjadi tiga salah satunya Kementerian pendidikan dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang saat ini dijabat oleh Prof. Mu’ti belum memberikan komentar banyak akan wacana diadakannya kembali ujian nasional
Kementerian terkait belum memberikan keputusan apakah akan diadakan kembali atau tidak Ujian Nasional. Saat ini masih menerima masukan dari banyak ahli, pengamat hingga pelaku pendidikan akan pandangan evaluasi yang notabene telah diadakan sejak lama dan berakhirnya ujian nasional setelah diangkatnya Nadiem Makariem
Isu terkait Ujian Nasional ini menjadi salah satu isu yang panas, ditengah masyarakat menantikan kejelasan terkait pelaksanaan karena ada beberapa orang yang pro dan kontra akan masalah penting yang menyangkut dari berbagai lembaga pendidikan di Indonesia.
Ada yang menganggap bila ujian nasional ini ditiadakan maka kualitas pendidikan di Indonesia sangatlah menurun dibandingkan dengan diadakan ujian nasional. Namun, ada yang pro ditiadakan seperti Federasi Serikat Guru Indonesia yang menolah UN menjadi tolak ukur sebagai evaluasi kenaikan atau ajang mencari tyempat pendidikan
Menjadi salah satu polemik di masyarakat terkai dengan ditiadakannya Ujian Nasional, Dan ditiadakannya sekolah favorit dengan diadakannya sistem Zonasi karena nilai ujian sudah tidak digunakan lagi
Namun, ada baiknya federasi serikat guru Indonesia ini memberikan penjelasan terkait ujian nasional yang sering kali membuat peserta didik menjadi stres karena sebagai salah satu penentu nasib kelulusan mereka sehingga penerapan un kembali diadakan ditolaknya
Kebijakan tersebut bukan satu-satunya menjadi alat evaluasi dalam pendidikan bahkan berdampak buruk ketika menjadi alat untuk penerimaan peserta didik baru.
Dari rekan guru di berbagai pelosok pun juga turut mendukung jika Ujian Nasional jangan diteruskan karena dengan adanya UN yang menjadi penentu kelulusan ini banyak timbul kecurangan-kecurangan sampai di pelosok nusantara karena hanya demi mendapat kelulusan mereka harus melakukan tindak kecurangan.