gontor

Q & A Alumni, Terkait Tewasnya Santri Gontor Dianiaya Kakak Kelas

Pesantren Darussalam Gontor menjadi perhatian masyarakat publik, bagaimana tidak? Salah satu santrinya meninggal tidak sengaja dilakukan karena hukuman kepada adik kelas. Dari pemberitaan terjadi penganiayaan terhadap 3 korban, namun karena memang salah satunya memiliki riwayat penyakit Asma yang diderita korban dan beberapa faktor lain yang membuat salah satu korbannya meninggal.

Bagaimana pernyataan dari alumni terkait dengan perkembangan pemberitaan tersebut. Salah satu Alumni yang bernama Ustadz Helly Sardi dalam akun facebooknya Abu Aufar Helly Sardi memberikan penjelasan sebagai berikut

A: Bapak Alumni Gontor?

B: Iya, betul sekali.

A: Mengikuti perkembangan berita selama ini tentang Gontor?

B: Iya.. mengikuti. Karena memang sudah ada beritanya.

A: Bagai mana tanggapan bapak?

B: Sebagai Alumni ya saya ikut berbela sengkawa kepada korban. Bagaimanapun juga beliau sudah masuk dalam keluarga besar PMDG. Dan itu bagi kami sudah sangat cukup untuk menjalin keakraban ketika kami sudah keluar nanti, meskipun dia junior atau senior, ketika kami manjadi alumni, atau alumnus (yang pernah mondok di Gontor), maka secara otomatis akan ada ikatan persaudaraan keislmanan yang kuat di antara kami. Tentu sebagai saudara, kami juga merasa sangat kehilangan. Sama seperti keluarganya.

A: Kok bisa terjadi seperti itu pak? Apa ada pembiayaran, tidak ada pengawasan, atau mungkin ini sudah menjadi tradisi di Gontor?

B: Di dunia ini apapun bisa terjadi. Dalam keluarga kecil saja, kakak dengan adik juga bisa terjadi pemukulan. Baik itu sengaja ataupun tidak. Sama dengan di Gontor dan pondok2 yang lainnya. Apalagi di Sekolah2 Umum. Selevel SD aja banyak kok yang melakukan penganiayaan sesama mereka. Apalagi jenjang yang lebih tinggi, SMP, SMA dan seterusnya. Lantas apakah kita bilang itu terjadi karena pembiayaran? Tidak ada pengawasan, atau bahkan menjadi tradisi di sekolah tersebut? Jawabannya pasti tidak.

A: Tapi semestinya hal tersebut kan tidak terjadi, apalagi di lembaga pendidikan yang terkenal dengan disiplin tingginya kayak Gontor, Berasrama, dan terstruktur gitu pak?

B: Benar, semestinya memang tidak terjadi. Oleh karena itu Gontor sudah secara resmi menyesali terjadinya hal yang tidak diinginkan tersebut. Bahkan Gontor sudah secara resmi menyampaikan akan secara terbuka dan transaparan mengikuti proses hukum yang berlaku. Tidak ada yang ditutup2i. Semua bisa bekerjasama menyelesaikan masalah ini sampai tuntas. Dan saya kira itu sudah jelas apa yang disampaikan oleh Gontor.

A: Tapi kok sampai terjadi hal seperti itu, apa tidak ada tindakan preventive dari Gontor?

B: Sangat ada, Gontor sudah sejak dulu kala berusaha mencegah terjadinya Penganiaayan, pengeroyokan, bully2an, dan sejenisnya. Jika melihat Gontor secara utuh; Disiplinnya, sebagai contoh, Gontor sudah sangat ketat sekali mencegah terjadinya tindakan2 tersebut di atas. Di Gontor dikenal istilah Dosa Besar/Pelanggaran Disiplin (Kesalahan Fatal) yang berujung pada hukuman disiplin paling tinggi yaitu “dikeluarkan /dipulangkan dengan tidak hormat”. Pelanggaran disiplin yang paling berat itu diantaranya adalah: Pencurian, Tindakan Asusila, Pemukulan, Melawan Kyai & Guru-Guru. Pembacaan Disiplin dan Sunnah Pondok itu (Teng Komando) selalu dilakukan secara bersama-sama setiap awal tahun ajaran baru, dan ketika pembacaan Disiplin bersama itu, tidak satu orang pun boleh absen, dengan alasan apapun. Harus ikut, harus mengerti dan harus menjalankannya. Kemudian ditekankan kembali oleh guru-guru kepengasuhan setiap hari, minggu dan bulan, di asrama2 santri, intinya setiap waktu diingatkan supaya anak-anak bisa mengerti, memahami dan mentaati disiplin-disiplin keras yang berujung pada pengusiran/pemulangan kepada si santri itu, disamping kesalan ringan tentunya. Dan itu sudah jelas bertahun-tahun penegakan disiplin itu tidak pernah pandang bulu, anak siapapun yang melakukan, bahkan anak Kyainya sekalipun akan terkena penegakan disiplin tersebut. Dan itu sudah sangat banyak sekali setiap tahun yang kena disiplin tersebut. Itu artinya Gontor tidak pernah mentolerir, apalagi membiarkan terjadinya kekerasan dalam pondok. Namun meskipun aturan dan disiplinnya sudah sangat jelas dan hukuman kerasnya sudah ditegakkan bukan berarti Gontor sudah bebas hal-hal semacam itu. Pasti ada kejadian dan akan terus terjadi pelanggaran disiplin apapun bentuknya. Anda bisa bayangkan, berkumpulnya 4.000-5.000 anak-anak yang sedang tumbuh bersama dalam satu lingkungan pendidikan, pasti akan ada gesekan diantara mereka dengan berbagai macam bentuknya. Dan ini juga bisa terjadi di manapun, lembaga pendidikan model bagai manapun, baik itu pondok pesantren atau sekolah-sekolah umum manapun. Bahkan sekolah-sekolah yang muridnya hanya kisaran ratusan orang, bahkannya lagi di lingkungan keluarga kecil antara adik dan kakak sekalipun pasti ada ribut dan gesekannya. Namun sekali lagi, gontor sudah memberikan arahan, batasan, dan aturan yang sangat jelas. Melanggar, dikeluarkan!.

A: Terus, kejadian kemarin menurut anda bagaimana pak?

B: Bagi kami ini adalah bentuk kecolongan. Jika mau disebut kelalaian juga Gontor Menerimanya. Dan Gontor akan terus berbenah, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada. Kyai kami dulu Kyai Abdullah Syukri Zarkasyi (Allah yarham) selalu memulai pidatonya di depan ribuan santrinya dengan kata-kata; “….. Gontor, dengan segala kekurangan-kekurangannya, akan terus berbenah dan memperoleh kepercayaan dari masyarakat… “ itu bukan sekedar jargon, tapi sudah menjadi landasan berpijak, bahwa Gontor akan terus berbenah; dari segala aspeknya. Namun demikian, kejadian ini pasti ada hikmahnya, dan kami sangat yakin Allah akan membimbing Gontor untuk memperoleh hikmah ini dan kemudian dengan hikmah itu membuat Gontor akan menjadi lebih baik. Dan kami sebagai alumni, adalah garda terdepan membantu Pondok kami ke arah yang lebih baik dan baik lagi.. in sya Allah… Allah khairul musta’an. …..

Salam Sejahtera dari ALUMNI GONTOR DI SELURUH DUNIA..

admin

Halo, Saya adalah penulis artikel dengan judul Q & A Alumni, Terkait Tewasnya Santri Gontor Dianiaya Kakak Kelas yang dipublish pada September 8, 2022 di website Info GTK SIMPKB

Leave a Comment