Mengenal Nilai Ambang Batas,Passing Grade SKD dan SKB Tes CPNS

Advertisement

Apa Itu Passing Grade Nilai Ambang Batas CPNS SKD, SKB Pada Tes CPNS

Sudah beberapa kali pelaksanaan Seleksi Ujian CPNS menerapkan metode menggunakan komputerisasi atau sering disebut dengan Metode CAT baik ujian seleksi Kompetensi Dasar Maupun Seleksi Kompetensi Bidang meskipun ada beberapa instansi yang masih menggunakan metode lainnya dalam melakukan proses selesi Seleksi Kompetensi Bidang seperti tes psikotes, wawancara, kesampataan maupun tes kejiwaan. Sedangkan Tes SKD sendiri masih digunakan untuk memenuhi syarat nilai ambang batas atau dikenal dengan passing grade sampai ke tahap ujian selanjutnya atau yang disebut Seleksi Kompetensi Bidang.

Kemudian kita akan bahas satu persatu dan mengenal lebih jauh tentang passing grade atau nilai ambang batas sehingga para pembaca simpkbgtk.com dapat memahaminya.

Apa Itu Passing Grade/ Nilai Ambang Batas?

Nilai Ambang Batas atau Passing Grade merupakan salah satu ketentuan yang dipersyaratkan minimal seorang pelamar cpns memperoleh hasil nilai ketuntasan dalam artian nilai hasil seorang peserta ini tentunya berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya dan dibatasi sesuai dengan ketentuan nilai minimalnya.

Sebelum masuk ke nilai ambang batas, kita benahi dasar dan pola pikir awal tentang proses seleksi CPNS. Sebelum seorang pelamar dapat mengikuti ujian CPNS mereka dipersyaratkan untuk mendaftarkan diri di portal SSCASN, Setelah itu mereka mengunggah sejumlah dokument yang dipersyaratkan oleh instansi masing-masing. Bagi yang memang lengkap dokumentnya diperbolehkan untuk mengikuti seleksi Ujian CPNS yang nantinya mereka akan dihadapkan dengan dua ujian yaitu Ujian Seleksi Kompetensi Dasar dan Ujian Seleki Kompetensi Bidang. Untuk dapat masuk di Ujian seleksi Kompetensi Bidang, para pelamar nantinya akan berkompetisi mengikuti ujian seleksi (SKD) dengan materi TWK, TIU dan TKP. Dan yang berhak untuk lolos ujian ini mereka ditentukan dengan adanya ambang batas nilai yang terbesar yang paling pertama sesuai dengan 3 kali jumlah kuota jabatan. Jika kuota 2 formasi CPNS, maka yang diambil untuk dapat mengikuti SKB CPNS sebanyak enam orang karena 3 pelamar dikalikan 2 formasi tersebut.

Nah, nilai ambang batas ini dipermisalkan seperti hasil nilai ulangan anak di sekolah yang nama untuk kriteria kelulusannya dalam sebuah mapel harus sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal atau sering disebut dengan Nilai KKM yang mana nilai tersebut sebagai batasan minimal seorang siswa dalam sebuah ujian bila nilainya dibawah nilai KKM maka siswa tersebut tidak lolos KKM begitu pula dengan nilai ambang batas jika nilai ambang batasnya nilai TIU 80 dan pelamar cpns hanya mendapat nilai 75 maka dia tidak lolos dan harus mencobanya di tahub berikutnya.

Untuk Nilai passing garde atau nilai ambang batasnya ini dibagi dalam 3 jenis tes yang berbeda beda sesuai dengan aturan dan permendikbud yang diputuskan oleh kementerian PAN RB.

a. Tes Karakteristik Pribadi (TKP);
b. Tes Intelegensia Umum (TIU); dan
c. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Berapa Nilai passing Grade/ Nilai Ambang Batas CPNS?

Nilai Ambang Batas/ Passing Grade hanya berlaku untuk ambang batas kelulusan dalam ujian seleksi kompetensi dasar yang mana ujian tersebut terdiri dari beberapa tes adapun rinciannya adalah sebagai berikut

Setiap tahunya nilai ambang batas cpns atau passing grade cpns berubah-ubah, pada tahun 2018 nilai TKP minimal adalah 130 dan pada tahun 2019 nilai TKP 127 dan pada tahun ini untuk nilai TKP tergolong sangat tinggi yaitu mencapai 166. Adapun RIncian Nilai passing Grade adalah sebagai berikut

Passing Grade/Nilai Ambang Batas Untuk Kategori Umum CPNS

a. Ambang Batas Nilai Minimal : 166 (seratus dua puluh enam) Untuk Passing Grade Tes Karakteristik Pribadi (TKP) ;
b. Ambang Batas Nilai Minimal: 80 (delapan puluh) untuk Tes Intelegensia Umum TIU; dan
c. Ambang Batas Nilai Minimal: 65 (enam puluh lima) untuk Tes Wawasan Kebangsaan TWK.

Dan perubahan tersebut setiap tahunnya berbeda-beda. Nah, untuk kategori lainnya seperti disabilitas, cumlaud dengan pujian, putraputri papua barat, dokter spesialis dan lainnya adalah sebagai berikut

Passing Grade/ Nilai Ambang Batas Untuk Kategori Khusus CPNS

a. Passing Grade/ Nilai Ambang Batas Untuk Diaspora atau Dengan Pujian paling rendah untuk nilai komulatifnya sebesar 311 atau paling rendah nilai TIU nya 85
b. Passing Grade/ Nilai Ambang Batas Untuk Penyandang Disabilitas paling rendah untuk nilai komulatifnya sebesar 286 atau paling rendah nilai TIU nya 60
c. Passing Grade/ Nilai Ambang Batas Untuk Putra putri Papua barat paling rendah untuk nilai komulatifnya sebesar 286 atau paling rendah nilai TIU nya 60

d. Passing Grade/ Nilai Ambang Batas Untuk Putra putri Papua barat paling rendah untuk nilai komulatifnya sebesar 286 atau paling rendah nilai TIU nya 60

e. Passing Grade/ Nilai Ambang Batas Untuk formasi jabatan Dokter Spesialis, Dokter Gigi Spesialis, Dokter Pendidik Klinis, Dokter, Dokter Gigi, Instruktur Penerbang paling rendah untuk nilai komulatifnya sebesar 271 atau paling rendah nilai TIU nya 80

f. Passing Grade/ Nilai Ambang Batas Untuk formasi jabatan Rescuer, Bosun, Jenang Kapal, Juru Mesin Kapal, Juru Minyak Kapal, Juru Mudi Kapal, Kelasi, Kerani, Oiler, Nakhoda, Mualim Kapal, Kepala Kamar Mesin Kapal, Masinis Kapal, Mandor Mesin Kapal, Juru Masak Kapal dan Pengamat Gunung Api paling rendah untuk nilai komulatifnya sebesar 260 atau paling rendah nilai TIU nya 70

Mengenal Apa Itu Seleksi Kompetensi Dasar Tes CPNS

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa seorang pelamar cpns wajib mengikuti seleksi kompetensi dasar tes cpns yang mana mereka akan diuji dengan tiga materi penting yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

1. Tes Wawasan Kebangsaan

Seorang pelamar harus dapat menjadi seorang yang bepengetahuan luas tentang aspek dan impelemntasi dalam mengenal jati diri bangsa mulai dari

a) Nasionalisme, dengan tujuan mampu mewujudkan kepentingan nasional melalui cita-cita dan tujuan yang sama dengan tetap mempertahankan identitas nasional;
b) Integritas, dengan tujuan mampu menunjukkan sifat atau keadaan yang menjunjung tinggi kejujuran, ketangguhan, kewibawaan sebagai satu kesatuan;
c) Bela negara, dengan tujuan mampu berperan aktif dalam mempertahankan eksistensi bangsa dan negara;
d) Pilar negara, dengan tujuan mampu membentuk karakter positif melalui pemahaman dan pengamalan nilai-nilai dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika;
e) Bahasa Indonesia, dengan tujuan mampu menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang sangat penting kedudukannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

2. Tes Intelegensia Umum (TIU)

Selain dari wawasan tentang kebangsaan, seorang pelamar cpns harus berpengetahuan lengkap dengan aspek kecerdasan, hitung-hitungan verbal dan lainnya dengan rincian sebagai berikut:

a) Kemampuan verbal, yang meliputi:
i. Analogi, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua konsep kata yang memiliki hubungan tertentu kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi yang lain;
ii. Silogisme, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan dari dua pernyataan yang diberikan; dan
iii. Analitis, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menganalisis informasi yang diberikan dan menarik kesimpulan.

b) Kemampuan numerik, yang meliputi:
i. Berhitung, dengan tujuan mengukur kemampuan hitung sederhana;
ii. Deret angka, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan angka-angka;
iii. Perbandingan kuantitatif, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk menarik kesimpulan berdasarkan dua data kuantitatif; dan
iv. Soal cerita, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk melakukan analisis kuantitatif dari informasi yang diberikan.

c) Kemampuan figural, yang meliputi:
i. Analogi, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam bernalar melalui perbandingan dua gambar yang memiliki hubungan tertentu kemudian menggunakan konsep hubungan tersebut pada situasi lain;
ii. Ketidaksamaan, dengan tujuan mengukur kemampuan individu untuk melihat perbedaan beberapa gambar;
iii. Serial, dengan tujuan mengukur kemampuan individu dalam melihat pola hubungan dalam bentuk gambar.

3. Tes karakteristik Pribadi (TKP)

Dalam masalah ini seorang pelamar cpns harus mengetahui kepribadiannya sendiri dalam menghadapi masalah, teman, publik, perkembangan teknologi profesionalitas dan lainnya yang mana bersifat pribadi dan teoritis.

a) Pelayanan publik;
b) Sosial budaya;
c) Teknologi informasi dan komunikasi;
d) Profesionalisme;
e) Jejaring kerja;
f) Integritas diri;
g) Semangat berprestasi;
h) Kreativitas dan inovasi;
i) Orientasi pada pelayanan;
j) Orientasi kepada orang lain;
k) Kemampuan beradaptasi;
l) Kemampuan mengendalikan diri;
m) Kemampuan bekerja mandiri dan tuntas;
n) Kemauan dan kemampuan belajar berkelanjutan;
o) Kemampuan bekerja sama dalam kelompok; dan
p) Kemampuan menggerakkan dan mengkoordinir orang lain

a) Pelayanan publik, dengan tujuan mampu menampilkan perilaku keramahtamahan dalam bekerja yang efektif agar bisa memenuhi kebutuhan dan kepuasan orang lain sesuai dengan tugas dan wewenang yang dimiliki;
b) Jejaring kerja, dengan tujuan mampu membangun dan membina hubungan, bekerja sama, berbagi informasi dan berkolaborasi dengan orang lain secara efektif;
c) Sosial budaya, dengan tujuan mampu beradaptasi dan bekerja secara efektif dalam masyarakat majemuk (terdiri atas beragam agama, suku, budaya, dan sebagainya);
d) Teknologi informasi dan komunikasi, dengan tujuan mampu memanfaatkan teknologi informasi secara efektif untuk meningkatkan kinerja;
e) Profesionalisme, dengan tujuan mampu melaksanakan tugas dan fungsi sesuai dengan tuntutan jabatan.

Mengenal Apa Itu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB)

Seleksi Kompetensi Bidang ini berbeda dengan ujian seleksi sebelumnya. Setiap pelamar akan mengahadapi ujian seleksi dengan test yang berbeda-beda yang sesuai dengan bidang dan jabatan yang akan digeluti nantinya. Mereka yang mengahadapi ujian seleksi bidang ini biasanya ada beberapa tes tambahan lain sesuai dengan ketentuan dari instansi yang memepersyaratkannya adapun tes lainnya adalah tes potensi akademik, tes praktik kerja, tes bahasa asing, tes fisik/kesamaptaan, psikotes, tes kesehatan jiwa, dan/atau wawancara sesuai yang dipersyaratkan oleh jabatan. Namun ada juga yang hanya menggunakan metode tes Komputer atau CAT saja.

a. Materi SKB

Materi SKB untuk jabatan fungsional disusun oleh instansi pembina jabatan fungsional selanjutnya diintegrasikan ke dalam bank soal CAT BKN;
Materi SKB untuk jabatan pelaksana yang bersifat teknis dapat menggunakan soal SKB yang bersesuaian/masih satu rumpun dengan Jabatan Fungsional terkait;
Pelaksanaan dan materi SKB di Instansi Pusat selain dengan CAT dapat pula berupa: tes potensi akademik, tes praktek kerja, tes bahasa asing, tes fisik/kesamaptaan, psikotes, tes kesehatan jiwa, dan/atau wawancara sesuai yang dipersyaratkan oleh jabatan, dengan paling sedikit 2 (dua) jenis/bentuk tes;
Apabila instansi menetapkan terdapat materi SKB yang menggugurkan, harus diinformasikan/dicantumkan dalam pengumuman pendaftaran di masing-masing instansi.

b. Pelaksanaan SKB

Jumlah peserta yang dapat mengikuti SKB paling banyak 3 (tiga) kali jumlah kebutuhan/formasi setiap jabatan berdasarkan peringkat nilai SKD;
Instansi dapat melaksanakan SKB sebelum pelaksanaan SKD dengan sistem CAT setelah mendapat persetujuan dari Menteri;
Bagi Instansi Pusat yang tidak menyelenggarakan SKB dengan sistem CAT, dapat menggunakan paling sedikit 2 (dua) jenis/bentuk tes lain, sebagaimana dimaksud dalam huruf a angka 3) setelah mendapat persetujuan dari Menteri;
Instansi Pusat wajib menetapkan pedoman/panduan pelaksanaan SKB yang ditandatangani oleh Ketua Tim Pelaksana Instansi dan menyampaikannya kepada Menteri dengan tembusan Kepala Badan Kepegawaian Negara selaku Ketua Tim Pelaksana Panselnas, 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan SKD dimulai;
Pelaksanaan SKB di Instansi Daerah wajib menggunakan CAT;
Instansi Daerah yang akan menyelenggarakan SKB tambahan selain dengan CAT, wajib menetapkan pedoman/panduan pelaksanaan SKB dan menyampaikan kepada Menteri dengan tembusan Kepala BKN selaku Ketua Tim Pelaksana Panselnas, 1 (satu) minggu sebelum pelaksanaan SKD dimulai;
Pelaksanaan SKB di setiap instansi menjadi tanggung jawab Panitia Pelaksana Seleksi CPNS Instansi;
Instansi harus berkoordinasi dengan Kepala BKN selaku Ketua Tim Pelaksana Panselnas dalam hal pelaksanaan dan penyampaian hasil SKB;
Instansi harus menyampaikan hasil SKB kepada Kepala BKN selaku Ketua Tim Pelaksana Panselnas;
Panitia Seleksi Nasional dapat membatalkan hasil SKB apabila penyelenggaraannya tidak sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan;
Dalam hal terjadi pembatalan hasil SKB, instansi diberikan kesempatan untuk melaksanakan SKB ulang, setelah mendapat persetujuan dari Menteri;
Pelaksanaan SKB sebagaimana dimaksud pada angka 11) dibawah koordinasi BKN;
Dalam hal terdapat jabatan yang bersifat sangat teknis/keahlian khusus, seperti: Pranata Komputer, Instansi Daerah dapat melaksanakan SKB dalam bentuk tes praktek kerja

Nah, bagi anda yang saat ini sedang memutuskan untuk melakukan pendaftaran cpns jangan lupa untuk belajar melalui buku panduan cpns atau buku lainnya yang memang nantinya anda akan mengahadapi ujian seleksi dengan persaingan yang cukup tinggi.

Advertisement
Mengenal Nilai Ambang Batas,Passing Grade SKD dan SKB Tes CPNS | admin | 4.5